Internet Sehat, Why Not?

19 Nov 2010

Zaman sudah berkembang, teknologi sudah semakin maju, mendapatkan informasi pun semakin mudah saja. Salah satu media informasi yang populer adalah internet. Sayangnya, Akhir-akhir ini penggunaan internet lebih sering ke arah negatifnya ketimbang ke arah positifnya.

Jutaan situs bertebaran di jagat maya, ada yang kontennya positif, banyak pula yang kontennya negatif. Tentu saja yang berkonten positif mampu membawa maanfaat untuk kita, sedangkan yang berkonten negatif bisa saja merugikan kita.

Tak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali pengguna internet yang mengakses internet untuk mencari-cari konten negatif, katakan saja konten porno. mulai dari orang dewasa, remaja, dan bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah anak SD. Di zaman dimana ‘batas-batas’ sudah samar seperti zaman ini, mendapatkan informasi sudah bukan menjadi hal yang sulit. Oleh karena itu, pengaruh baik dan pengaruh buruk internet bisa masuk dengan mudahnya.

Derasnya persebaran konten-konten negatif tak mampu di blokir oleh ISP sendirian, juga tak mampu di tangani aparat seorang diri. Contohnya, di saat gencar-gencarnya sweeping warnet dan pemblokiran situs porno, kita masih bisa mengunduh konten demikian. oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk memerangi konten-konten negatif di internet.

Sudah saatnya kita beralih ke internet yang sehat.

Internet sehat disini bukan hanya internet yang bebas dari unsur pornografi , tapi juga internet yang bebas dari phising, cracking, spamming dan tindakan cybercrime lainnya. Tentu saja dibutuhkan partisipasi dari semua pihak untuk mewujudkannya, terutama ISP dan para pengguna internet.

Dengan Internet sehat kita mampu membangun kembali moral bangsa yang sedang down.

Beberapa saran dari saya untuk mendukung program internet sehat:

Setiap ISP membuat program berupa layanan pelaporan situs suspect. bisa berupa program dialer, utility, maupun add-ons. Nantinya di program tersebut, para pengguna bisa melaporkan situs-situs yang mereka anggap berbahaya / berkonten negatif untuk diblokir oleh ISP. Setelah itu ISP melakukan verifikasi terhadap situs yang dilaporkan dan apabila terbukti, situs tersebut langsung diblokir namun apabila jumlah pelapor mencapai katakanlah 200 orang, maka situs tersebut otomatis di blokir. Dapat pula diberi opsi laporan (mis. Situs pornografi, situs berisi virus, situs spam dll).

Dengan cara seperti itu, membuat daftar situs berkonten pornografi / situs-situs berkonten negatif lainnya menjadi jauh lebih mudah dibandingkan bekerja seorang sendiri (dalam hal ini, ISP). Setelah membuat blacklist, tolong para ISP jangan menyimpan blacklist itu sendiri tetapi di share ke ISP lainnya, dengan begitu, perwujudan internet sehat tidak hanya berlangsung di ISP A saja… tetapi berlangsung dalam skala yang jauh lebih luas, Internet Sehat untuk Indonesia…

Cukupkah Internet yang Sehat Kontennya?

Tentu saja belum, tidak sempurna rasanya jika hanya kontennya saja yang sehat. Akan jauh lebih baik lagi jika koneksinya juga sehat, harganya juga sehat, dan sistem penarifannya juga sehat… benar bukan? dengan tercapainya harapan tersebut, internet di Indonesia akan menjadi internet sehat yang bisa kita banggakan…

bravo Internet Sehat…. Internet Sehat untuk Indonesia.

.: terima kasih blogdetik !!! :.


TAGS Festival BLOG 2010


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post